Catatan Diskusi Menkominfo dengan Blogger Indonesia
Jakarta – Tak banyak yang bisa diulas tuntas dalam diskusi informal antara Menkominfo M. Nuh dengan para blogger Indonesia. Bahkan beberapa isu strategis, nyaris terhempas begitu saja.
Sejak awal pembukaan diskusi yang berlangsung di kantor Depkominfo, Senin (7/4/2008), Nuh sudah menegaskan permintaan bantuannya, setidaknya berupa saran, tentang teknik memblokir film Fitna (saja), tanpa harus menutup keseluruhan isi situs semisal di YouTube.
Tetapi, karena mungkin niatnya adalah silaturahim (tak lebih), maka justru dari sekian banyak blogger peserta yang hadir dan mendapatkan kesempatan berbicara, lagi-lagi hanya mengulang-ulang pertanyaan tentang mengapa pemerintah harus menutup YouTube.
Pun alasannya, menurut Nuh, sudah jelas. Presiden SBY telah meminta kepada dirinya untuk meminimalisir masuknya Film Fitna ke Indonesia, termasuk yang melalui Internet. Nuh pun mengakui di depan para blogger, bahwa jajarannya tidak akan mungkin memblokir seluruh situs di Internet yang mengandung film Fitna.
Nuh, yang didampingi oleh Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar, Dirjen Aptel Cahyana Ahmadjayadi, dan Staf Ahli Bidang Hukum Edmon Makarim tersebut juga paham bahwa memblokir keseluruhan isi YouTube adalah bukan solusi yang terbaik, mengingat banyak konten YouTube yang memang positif dan bermanfaat.
“Untuk itu, kalau ada masukan atau saran dari rekan-rekan tentang bagaimana memblokir hanya pada film Fitna saja, silakan disampaikan,” pinta Nuh, yang sayangnya tak banyak masukan yang khusus menanggapi hal tersebut.
Blogger Negatif
Uniknya, ada pula blogger yang memutar rekaman wawancara sebuah radio dengan seorang yang suaranya mirip dengan pengamat TI Roy Suryo. Menurut blogger tersebut, wawancara tersebut isinya cenderung mendiskreditkan dirinya atau rekan blogger lainnya.
Padahal, sepengetahuan penulis, perilaku yang dilakukan oleh blogger tersebut dengan memutar rekaman suara di depan khalayak ramai untuk menguatkan pendapatnya, tak ada bedanya dengan yang dilakukan oleh Roy Suryo, pihak yang dianggapnya sedang berkontra dengan dirinya lantaran menyebut dirinya sebagai blogger negatif.
Maka tak heran, di akhir acara Nuh sempat ‘didaulat paksa’ untuk menyatakan secara eksplisit bahwa blogger tidak identik dengan pihak yang gemar melakukan kerusakan di dunia maya. Nuh pun berhasil berkelit dengan menjawab diplomatis, yang intinya menegaskan bahwa pihaknya menganggap blogger sebagai mitra dalam membangun bangsa.
Sungguh, sangat disayangkan sesi pertemuan yang sangat berharga tersebut, tak dioptimalkan untuk melahirkan sebuah inisiatif bersama dan sinergis antara komunitas blogger dengan Depkominfo. “Ya, namanya juga silaturahim,” ujar salah seorang blogger melalui SMS kepada penulis. Jadi mungkin, sah-sah saja akhirnya kesempatan yang langka tersebut, (hanya) dijadikan sarana menumpahkan uneg-uneg pribadi atau kelompok.
Ide Cemerlang
Meskipun demikian, tidak sedikit pula peserta diskusi yang kemudian memunculkan sejumlah ide cemerlang. Bahkan ide-ide tersebut kemudian menjadi kesimpulan yang ditegaskan Nuh saat menutup sesi diskusi.
Beberapa ide tersebut semisal yang disampaikan oleh blogger Boy Avianto. Menurutnya, sudah tidak saatnya lagi menghadapi sebuah konten negatif dengan pemblokiran. “Masyarakat kita adalah masyarakat yang kreatif dan mampu untuk melakukan hal tersebut. Bukan masyarakat yang minder (rendah diri),” ujarnya.
“Justru kita harus tantang masyarakat Indonesia, bagaimana membuat video yang positif sebanyak-banyaknya untuk menjawab (meng-counter) film Fitna, dan di-upload di YouTube,” tegasnya. “Pemerintah, dalam hal ini Depkominfo, kemudian memberikan penghargaan bagi konten atau hasil kreatif terbaik tersebut,” tambahnya.
Ide lain juga datang dari Jim Geovedi. Di awal, Jim menyatakan salut bahwa isu tentang blogger sampai menjadi isu penting di tataran pemerintah. “Indonesia adalah pertama kalinya, negara yang pemerintahnya sampai membahas soal blogger,” ujar Jim. “Which is, (sebenarnya) nggak penting sama sekali,” ujarnya yang disambut gelak tawa peserta dan jajaran Depkominfo lainnya.
Kemudian Jim menegaskan bahwa salah satu penyebab mengapa orang kemudian tertarik untuk mengakses konten dari luar negeri, dan juga menghabiskan bandwidth menurutnya, adalah sangat minimnya konten lokal berbahasa Indonesia.
“Sudah saatnya kita membangun konten-konten lokal, agar masyarakat Indonesia tak lagi harus menghabiskan bandwidth karena (tergantung pada) konten di luar negeri,” ujar Jim menegaskan. Jim pun menyempatkan diri menitip pesan kepada Depkominfo agar lebih piawai dalam mengkomunikasikan kebijakannya kepada masyarakat luas (awam).
Mendukung
Nuh sendiri menyatakan dirinya mendukung komunitas blogger. “Kami (Depkominfo) justru ingin mendorong komunitas blogger sebagai pendorong dinamika baru, pencerahan masyarakat,” ujar Nuh sesaat sebelum menutup acara.
“Saya bahkan mendorong blogger itu sebagai komunitas baru untuk menyebarkan fungsi pendidikan, pemberdayaan, dan memberi fungsi pencerahan masyarakat. Oleh sebab itu blogger itu part of our family,” tegas Nuh. Nuh pun menjanjikan untuk adanya diskusi rutin dengan para blogger, “ada ataupun tidak ada masalah”, tandasnya.
Diskusi itu sendiri diikuti oleh setidaknya sekitar 70 orang, terdiri atas perwakilan komunitas blogger, pemerhati dan praktisi TI dan sejumlah media massa. Diskusi di mulai pukul 19.15 WIB dan ditutup resmi sekitar pukul 21.15 WIB
Untuk tautan informasi tentang diskusi antara blogger dengan Menkominfo, beberapa diantaranya dapat dilihat di:
- http://ndorokakung.com
- http://romisatriawahono.net
- http://media-ide.bajingloncat.com.
source : detik.
Related Post :
2 Comments to “Catatan Diskusi Menkominfo dengan Blogger Indonesia”
Post comment
Random Posts
- Download Free Ebook How to Making Money From Blogging
- Simply Way to Play Online Casino in USA
- Kang Rohman, Full Time Blogger Yang Senang Berbagi
- Enjoying the Easiest Way for Gamble
- SEO Software, Nice Way to Improve Your Web/Blog Traffic
- Need Entertainment? Try LMAO Off-Broadway
- Easy Way to Earning Money From Blogging
- Car Insurance Rates - 4 Tips for Preventing Car Theft
- Gone With the Wind is a Genuine Movie Classic and a Bonafide Masterpiece of cinema
- All Star game in 2009
Recent Posts
- Twitter for Affiliate Business
- Manohara Odelia Pinot Profile
- The 71-room Manchebo Beach Resort and Spa
- Deutsch Casino Portal
- Making Money with Articles: Where to Find Affiliates For Your Niche Website
- Credit Card Processing for Safety Transaction
- Fosamax Side Effect, Femur Fractures
Recent Search Terms
- motivasi diri
- pr8 dofollow blogs list
- cara mendownload film porno
- mengakali rapidshare
- cara memotivasi diri sendiri
- www GAMBAR PARNO COM
- cara memotivasi diri
- etika dalam dunia modern
- motivasi untuk diri sendiri
- 7 langkah motivasi diri
Recommended Site
Archives
- March 2010
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008


Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di Bumi.
Jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam adalah kurang lebih 80%.
Jadi permasalahan Kemiskinan, Kerawanan Sosial, Pengangguran, Kriminal, Kesehatan, Pendidikan, SDM dan lainnya yang terjadi di Indonesia adalah orang yang beragama Islam.
Bicara tentang pemimpin, dalam arti pemimpin masyarakat heterogen, Agama Islam mensyaratkan bahwa pemimpin haruslah yang Islam.
Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.
Islam adalah universal.
Islam mengurusi banyak hal kehidupan manusia
Baik hubungan dengan Alloh, dengan manusia, dengan lingkungan sekitar kita, dengan alam semesta hingga kehidupan setelah manusia meninggal.
Oleh sebab itu, pemimpin harus bertanggung jawab memastikan perkara agama dan akhlak untuk keselamatan bersama di dunia dan akhirat.
Setiap pemimpin di akhirat kelak akan ditanya oleh Alloh Ta?ala setiap orang di bawah pimpinannya, tidak terkecuali pemimpin besar atau kecil, umum atau khusus.
Mereka tidak boleh memikirkan bidangnya saja.
Dalam ajaran Islam, masalah agama terutama di sudut fardhu ain mesti diketahui, dihayati dan diamalkan oleh setiap mukallaf (muslim, baligh, berakal yang telah dapat dikenai hukum).
Insya Alloh, 09 April 2009, bangsa Indonesia akan mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih pemimpin bangsa sekaligus wakil rakyat, yaitu:
1. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPRD tingkat 2 (Kabupaten atau Kota Madya)
2. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPRD tingkat 1 (Provinsi)
3. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPR RI (Pusat)
4. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPD
Sebenarnya mereka dipilih rakyat Indonesia untuk menjadi wakil rakyat di pemerintahan Indonesia.
Jangan terlupakan, yaitu :
Pengalaman ketika RUU Sisdiknas tanggal 30 Maret 2003.
Kontraversi yang diangkat oleh beberapa anggota DPR RI adalah RUU Sisdiknas pasal 12 yang berbunyi,
“Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama”.
Apa yang salah tentang pasal 12 ini?
Tidak ada yang dirugikan, tapi lagi-lagi beberapa wakil rakyat yang ada di DPR RI tidak setuju yaitu dengan beraneka alasan dan argumentasi untuk menolaknya.
Alhamdulillah, dengan perjuangan, persatuan dan kekuatan umat Islam, UNDANG-UNDANG Nomor 20 Tahun 2003.
Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL pada tanggal 8 Juli 2003 disyahkan oleh DPR RI dan ditandatangani oleh Presiden.
Pengalaman ketka RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang bertujuan menata dan mengatur kegiatan pronografi dan moral manusia selalu terhambat menjadi Undang-undang oleh beberapa anggota wakil Rakyat di DPR RI.
Dan masih banyak lagi Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang mendorong bangsa Indonesia menuju kebaikan terhambat oleh ulah beberapa wakil rakyat di DPR RI.
Oleh sebab itu, sebagai warga negara Indonesia yang baik, Jika kita sudah mempunyai KTP, apalagi KTP-nya tertulis beragama Islam maka kita berkewajiban untuk mengikuti Pemilihan Umum yang akan memilih wakil rakyat Indonesia.
Silahkan memilih partai yang sesuai dengan pilihannya.
Partai boleh beda, tapi calon pemimpin yang akan di contreng harus seiman atau se-aqidah Islam.
Jangan pilih partainya saja, karena nantinya pemilih tidak tahu siapa yang akan menjadi pemimpin.
Tapi pilihlah partai yang diinginkan (sehati) dan orang yang akan dipilih menjadi pemimpin.
Jangan GOLPUT. Karena akan mengakibatkan pemimpin kita tidak jelas.
TIP CONTRENG PEMIMPIN (Khusus yang KTP nya beragama Islam):
1. Pilihlah (Contreng) Calon Pemimpin yang beragama ISLAM dan Amanah.
2. Pilihlah (Contreng) Calon Pemimpin yang beragama Islam.
3. Yang lebih aman adalah pilih partai yang berazaskan Islam.
Bila belum tahu calon pemimpin yang akan dipilih (contreng) maka :
1. Cari daftar nama calon pemimpin yang-ber-inisial (nama panggilan) Islam
(Misal: Muhammad, Ahmad, Akbar dll)
2. Tanyakan ke orang lain / tetangga, Siapa calon pemimpin yang beragama Islam?
Semoga bermanfaat.
Sampaikanlah email ini kepada teman, saudara, orang tua yang sudah mempunyai KTP, khususnya KTP yang tertulis beragama Islam.
Kita harus memilih pemimpin yang beragama Islam.
Yaitu sesuai dengan aqidah kita.
Partainya silahkan berbeda sesuai yang diinginkan.
Tapi nama calon pemimpin yang di contreng adalah orang yang se-aqidah.
Sehingga negara Indonesia mempunyai undang-undang dan peraturan pemerintah sesuai dengan penduduk Indonesia yang beragama 80% Islam.
Sekali lagi ” Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”
Reply
Itulah politik 212 2 tahun balikin modal 1 tahun cari muka 2 tahun cari modal buat kepilih lagi…jadi peraturannya pada ngga jelas semua
Salam
Blogger banua banjar
Reply