Memilih Menjadi Rumput Kecil
Memilih menjadi rumput kecil, tidak salah jika keyakinan yang terbetik di kepala kita adalah untuk terhindar dari terpaan badai. Dan, kita mengambil kesimpulan dengan mengambil keputusan demikian karena yang tertulis dala saraf-saraf otak hanya itu bukan. Kalau saja pada saat mengambil sebuah keputusan tercuat beberapa pilihan lain, tentu takkan ada sejumput inginpun untuk memilih yang demikian itu.
Saya
percaya padamu yang memilih hidup telah terlalu memadai dengan sekedar menjadi rerumputan, sesungguhnya tidak menjadikan itu sebagai obsesi permanen. Aku yakin itu.
Rerumputan hanya menjadi makanan ternak. Takkan ada setitik banggapun kelak ketika jasad ini musnah, apalagi harus menyatu dalam tumpukan kotoran kerbau, sapi atau kuda di desamu. Rerumputan juga menjadi alas bocah-bocah yang berkejaran memainkan bola kaki. dan ini adalah sekelumit riwayat rumput.
Kita
bisa menjadi mutiara, tanpa mesti terpajang di etalase penuh lampu, pun kilaumu akan tetap memancar. Akan banyak mata yang terpukau. Terobsesi dengan keberadaanmu. Ah, ternyata mutiarapun tak lebih dari sekedar pajangan. Minta saja Tuhan untuk batalkan script taqdir yang pernah di tulis-Nya, bila yang pernah tertulis adalah seperti itu. Lantas kita harus menjadi apa kawan?
Kau
adalah manusia istimewa. Keistimewaan memang telah beratus abad dipaksakan untuk menjadi bahan ‘monopoli’ segelintir manusia serakah. Mereka katakan bahwa kau tidak akan bisa menggapai seperti yang pernah mereka dapat, menulilah. Galilah jiwamu yang sebenarnya terlalu dalam dan masih terus bisa digali, karena bukan figur picik yang menciptakan eksistensi jasadmu.
Tuhan pernah bisikkan pada nurani,”Aku lebih dekat dari urat lehermu sendiri.” Semakin mendekatlah dan mengemis saja padanya. Bentuk pengemisan pada Tuhan bukan sebuah nista,. Takkan membuat harkatmu terpuruk. Bukankah kemuliaan terbesar berada dalam esensi-Nya, itu akan memercik juga ke jiwamu. Yakin dan teruslah menengadah pada harapan yang takkan mati. Keyakinanmu adalah bahan bakar yang tidak sesederhana minyak bumi yang beberapa abad lagi akan mengering.
Related Post :
2 Comments to “Memilih Menjadi Rumput Kecil”
Post comment
Random Posts
- Cheap Car Insurance - How to Get It
- Free Auto Insurance Quotes: How to Get the Cheapest Quotes
- Wawancara Kocak Seputar Bisnis Internet Bersama Bayu Mukti
- Light Therapy During the Winter Seasons
- Cara Untuk Tetap Mendapatkan Dolar, Meskipun Sepi Job Review
- Tips akses situs YouTube, Rapidshare, MySpace, Mulitply, dll
- Support Socks Suitable for Fashion and Health for Us
- Benefits of Motorcycle Insurance
- How to Choose Best Web Hosting
- Do You Looking for Baseball Equipment ?
Recent Posts
- Twitter for Affiliate Business
- Manohara Odelia Pinot Profile
- The 71-room Manchebo Beach Resort and Spa
- Deutsch Casino Portal
- Making Money with Articles: Where to Find Affiliates For Your Niche Website
- Credit Card Processing for Safety Transaction
- Fosamax Side Effect, Femur Fractures
Recent Search Terms
- membuat blog menjadi terkenal
- motivasi diri
- CARA MENDOWNLOAD dokumen dari sebuah website
- course for being a doctor
- cara download cepat rapidshare
- rapidshare error
- informasi tentang Aceh
- cara download cepat di luar negeri
- cara download cepat di situs luar negeri
- cara download rapidshare cepat
Recommended Site
Archives
- March 2010
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008


WUIH ^_^ manteP bNGt pOstIngnya kK……
tUll juga.,..
Reply
[...] berbagai ritual ibadah, seperti shalat tarawih, sahur, tadarus, dan berbagai kegiatan yang berbau kontempelasi alias perenungan [...]