Nov
11

Serba-Serbi Pasca Eksekusi Amrozi cs

Beberapa hari ini seisi media massa baik cetak maupun elektronik larut dalam kehebohan eksekusi hukuman mati terhadap Amrozi, Imam Samudra dan Ali Imron alias Muklas. Ya, setelah sekian lama simpang siur, akhirnya proses eksekusi terhadap The Smiling terrorist dkk yang telah meluluhlantakkan Bali dengan bomnya itu dilakukan. Satu hal yang menarik dari momen ini adalah merebaknya surat wasiat dari Amrozi cs.
Pasca eksekusi tersebut, berbagai fenomena berkembang. Dua versi dari masing-masing kelompok menyatakan pendapat yang sangat berlawanan. Satu versi menyatakan bahwasanya Amrozi cs merupakan pahlawan yang syahid dalam membela kebenaran. di sisi yang lain, mereka dinyatakan sebagai teroris.

Pemberitaan dari berbagai media telah memegang peranan yang luar biasa sehingga masyarakat kita berani untuk menyimpulkan dua versi terset. Akan tetapi, media berkilah dengan alasan, bahwa proses eksekusi Amrozi cs yang berlarut-larut telah merangsang rasa ingin tahu dari masyarakat, sehingga media merasa bertanggung jawab untuk menyajikan berita-berita terkait eksekusi Amrozi cs.

Dalam konteks ini, perlu kita cermati terhadap berbagai pemberitaan di media massa ataupun elektronik. Karena, setiap pemberitaan yang di terima oleh masyarakat akan menimbulkan persepsi yang berbeda-beda. Daya nalar untuk menerjemahkan setiap hal antara satu orang dengan orang lain pastinya akan jauh berbeda.

Terlepas dari berbagai fenomena tersebut, saya tidak ingin berpolemik. Maka, saya berinisiatif untuk meng-offkan komentar untuk postingan ini. Harap maklum.

Related Post :

Comments are closed.