Sinetron Bunuh Kreativitas dan Racuni Anak
Maraknya penayangan sinetron di layer televisi membuat kita semakin resah. Lembaga Sensor Film dan Komisi Penyiaran Indonesia yang terkesan mandul, harus diberdayakan dan ditempati oleh orang-orang cerdas dan arif bijaksana. Sebab sebagian besar sinetron tersebut membunuh kreativitas anak dan tidak mendidik.
Cerita sinetron kita tidak mendidik dan tidak bermanfaat bagi kemanusiaan,” itulah sebagian ungkapan saya terhadap fenomena ini.
Kenyataan ini terlihat di sebuah stasiun televisi swasta yang menayangkan cerita yang tidak cerdas dan mendidik. Seorang anak lelaki, Kiki, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, meremuk-remuk buku cetaknya, karena ia tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Lalu, takut dimarahi guru, Kiki berusaha membohongi orangtuanya dengan pura-pura sakit, sehingga tidak sekolah hari itu. Ketika orangtuanya bermaksud membawanya berobat ke dokter, Kiki mengaku takut disuntik.
Cerita sinetron tersebut sepertinya mengajarkan anak-anak kalau kesal tak bisa kerjakan PR, robek atau remuk buku. Lalu bohongi orangtua dengan pura-pura sakit. Lalu, kalau sakit tak mau berobat, karena pasti disuntik dan suntik itu sakit. Sangat tidak mendidik dan bahaya bagi anak-anak
Itu baru salah satu sinetron. Masih banyak sinteron lainnya, yang menurutnya tidak perlu ditonton. Lebih baik putar VCD tentang kehidupan dunia binatang, yang menambah wawasan anak. Atau VCD lainnya yang merangsang kreativitas anak.
Fenomena lainnya yang sangat mengkhawatirkan adalah tayangan-tayangan film/sinetron, yang mengumbar hedonisme, seolah-olah mendapatkan kehidupan mewah itu begitu mudah. Lalu, sikap anak-anak yang bicara kasar dan melawan kepada orangtua, yang harus menuruti keinginan anak. Anak mencerca ibu dianggap suatu kewajaran.
Cerita-cerita seperti itu selalu hadir tiap hari di televisi kita, sangat tidak mendidik. Pihak televisi sepertinya lalai dengan tanggung jawab dan tak peduli dengan dampaknya yang sangat tidak mendidik itu, kecuali mengejar rating
Seharusnya rumah-rumah produksi jangan Cuma hanya mampu menciptakan film/sinetron yang latah-latah, menyusul tingginya rating suatu sinetron. Mestinya juga kreatif membuat sinetron yang ada aspek edukasi dan mengedepankan norma-norma yang berlaku di masyarakat.
Lembaga Sensor Film (LSF) dan atau Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) seperti mandul, tak bisa berbuat banyak untuk kemajuan perfilman dan sinetron di Indonesia. Kita mesti mempertanyakan, ada apa di balik semua ini? Kenapa membiarkan tayangan televisi menjadi racun bagi anak-anak dan remaja?
Tentang racun itu, terungkap dari pengakuan seorang tetangga saya. Ada seorang ibu, yang mengaku kaget ketika tiba-tiba anak perempuannya yang masih kelas dua SD, menanyakan apa seks itu. Si ibu kaget dan berupaya menyelidik. Lalu si anak cerita, di mobil angkutan sekolah, ada anak kelas V yang cerita dengan temannya, kalau pacaran itu pasti berciuman dan main seks.
“Saya pikir anak-anak itu sudah teracuni pikirannya dengan hal-hal yang tidak etis, melalui tontonan di sinteron. Pertanyaan anak saya tadi saya jawab sekenanya, seks itu berasal dari bahasa Inggris, yang artinya jenis kelamin. Jenis kelamin itu ada yang perempuan dan ada laki-laki,”
Lebih baik belikan buku bacaan, mendongeng, atau latih anak menulis puisi, cerita anak, dan atau bawa jalan-jalan untuk belajar di alam, agar anak-anak tahu kekayaan flora dan fauna di Indonesia
Gimana menurut soba-sobat ?
Related Post :
24 Comments to “Sinetron Bunuh Kreativitas dan Racuni Anak”
Post comment
Random Posts
- Setangkai Mawar, Blogger dan Bisnis Online
- Making Money from Online Casino
- Home Alarm, One Way to Make a Safe House
- Third Party Credit Card Processing Role
- Membangun Motivasi diri Untuk Mencapai Potensi Hidup Yang Maksimal
- Why Is It Better To Have Separate Accounting For Your Business?
- Credit Card Or Personal Loan
- Enigin and Effective Strategies for Energy Saving Efforts
- Full Results From Cyber Monday 2009
- Need College Tutoring ?
Recent Posts
- Third Annual College Basketball Invitational (CBI)
- Joe Lunardi Bracketology Predictions 2010
- The Ways to Reduce and Heal the Pain
- Twitter for Affiliate Business
- Manohara Odelia Pinot Profile
- The 71-room Manchebo Beach Resort and Spa
- Deutsch Casino Portal
Recent Search Terms
- joe lunardi picks
- joe lunardis pick prediction 2010
- cara download di usercash
- JOE LUNARDI 2010 brackett
- joe lunardi accuracy
- Donlot filem porno
- How deep was the earthquake in Chile
- motivasi diri
- gambar sexi hidup
- motivasi buat diri sendiri
Recommended Site
Archives
- March 2010
- February 2010
- January 2010
- December 2009
- November 2009
- October 2009
- September 2009
- August 2009
- July 2009
- June 2009
- May 2009
- April 2009
- March 2009
- February 2009
- January 2009
- December 2008
- November 2008
- October 2008
- September 2008
- May 2008
- April 2008
- March 2008
- February 2008
- January 2008


pas banget kang, saya mantap setuju dengan usulnya. Sinetrion indonesia memang ga da yang berbobot, saya ga bisa menemukan sinetron yang bisa memberi pendidikan. karena itulah saya tidak paling enggan untuk menonton tv, saya biasanya beli kaset film setiap minggu untuk melepaskan dahaga akan hiburan.
Sudarmas last blog post..Keuntungan Bisnis Online
Reply
mymoen Reply:
September 27th, 2008 at 5:17 pm
ide yang menarik juga dari mas sudarma.. Thanks ya mas udah mampir.. Kedatangnnya di waktu lain, selalu di tunggu lho..
Reply
Sinetron Indonesia yang penting CAKEP
sandis last blog post..Kucing melahirkan di kamarku
Reply
mymoen Reply:
September 17th, 2008 at 8:49 am
jual tampang doang..
Reply
ituh yang anak kelas lima ituh loh, wah, memprihatinkan banget tuh.
hendras last blog post..Wordpress Theme Area
Reply
mymoen Reply:
September 11th, 2008 at 7:56 am
yach… emang sangat memprihatinkan…
Reply
Gimana kalau bikin usul ke MUI, bikin fatwa haram untuk nonton sinetron?
sapimotos last blog post..Permainan Pikiran
Reply
mymoen Reply:
September 11th, 2008 at 7:54 am
Deak aja KPI untuk lebih menertibkan kualitas sinetron..
Reply
sinetron buruk buat perkembangan anak,,payah
daripada nonton sinetron,lebih baik anak2 itu diajarin ngeblog
Reply
mymoen Reply:
September 11th, 2008 at 7:50 am
hehehe… idenya boleh juga tuh..
Reply
aku benci nonton film indonesia….
thegandss last blog post..Hacking Using IE : IE Vulnerability
Reply
mymoen Reply:
September 10th, 2008 at 3:32 pm
Mungkin karena kurang berkualitas kali ya..
Reply
Fulus lebih diutamakan daripada masa depan anak2 kita…….
Reply
mymoen Reply:
September 10th, 2008 at 3:27 pm
itulah yang mengkhawatirkan kita
Reply
satu2 sinetron yg daku tonton dan selalu daku tunggu cuma “para PencaRi Tuhan” hehe..
selebihnya i hate sinetron…
wi3nds last blog post..~a!R~
Reply
mymoen Reply:
September 10th, 2008 at 3:26 pm
buat pencerahan ya ??
Reply
setuju deh..
secara anak mudanya paling gak doyan nontonin sinetron, mendingan nonton komedi sekalian (benar tujuannya: menghibur).
nichs last blog post..Plurk .. gak nyemplung deh
Reply
mymoen Reply:
September 10th, 2008 at 3:24 pm
Nah, klu yang ini, saya stuju…
Reply
sebenarnya sih LSI sudah bertindak tuh, buktinya melarang acara kebanci2an…
bertahap mungkin…
Reply
mymoen Reply:
September 7th, 2008 at 8:41 pm
yup, mungkin lagi dalam proses..
Reply
Yup, setuju bgt! Kebanyakan sinetron yg tayang di TV amat sangat tidak mendidik sekali. Sialnya, pada saat bulan ramadhan mereka tiba-tiba berubah jadi relijius. Hmm, parah banget deh!
Reply
mymoen Reply:
September 7th, 2008 at 7:04 pm
Itlah fenomena yang terjadi saat ini.. dramatis..
Reply
aku juga benci kali bang nonton sinetron…!
Syahuris last blog post..Opera Mini 4.1 Upgrade lagi
Reply
mymoen Reply:
September 7th, 2008 at 6:26 pm
Seandainya sinetron di kemas dalam bentuk yang mendidik, mungkin dampaknya akan berbeda.
Reply