Sinetron Bunuh Kreativitas dan Racuni Anak

In: serba-serbi

7 Sep 2008

Maraknya penayangan sinetron di layer televisi membuat kita semakin resah. Lembaga Sensor Film dan Komisi Penyiaran Indonesia yang terkesan mandul, harus diberdayakan dan ditempati oleh orang-orang cerdas dan arif bijaksana. Sebab sebagian besar sinetron tersebut membunuh kreativitas anak dan tidak mendidik.

Cerita sinetron kita tidak mendidik dan tidak bermanfaat bagi kemanusiaan,” itulah sebagian ungkapan saya terhadap fenomena ini.

Kenyataan ini terlihat di sebuah stasiun televisi swasta yang menayangkan cerita yang tidak cerdas dan mendidik. Seorang anak lelaki, Kiki, yang masih duduk di bangku sekolah dasar, meremuk-remuk buku cetaknya, karena ia tidak bisa mengerjakan pekerjaan rumah (PR). Lalu, takut dimarahi guru, Kiki berusaha membohongi orangtuanya dengan pura-pura sakit, sehingga tidak sekolah hari itu. Ketika orangtuanya bermaksud membawanya berobat ke dokter, Kiki mengaku takut disuntik.

Cerita sinetron tersebut sepertinya mengajarkan anak-anak kalau kesal tak bisa kerjakan PR, robek atau remuk buku. Lalu bohongi orangtua dengan pura-pura sakit. Lalu, kalau sakit tak mau berobat, karena pasti disuntik dan suntik itu sakit. Sangat tidak mendidik dan bahaya bagi anak-anak

Itu baru salah satu sinetron. Masih banyak sinteron lainnya, yang menurutnya tidak perlu ditonton. Lebih baik putar VCD tentang kehidupan dunia binatang, yang menambah wawasan anak. Atau VCD lainnya yang merangsang kreativitas anak.

Fenomena lainnya yang sangat mengkhawatirkan adalah tayangan-tayangan film/sinetron, yang mengumbar hedonisme, seolah-olah mendapatkan kehidupan mewah itu begitu mudah. Lalu, sikap anak-anak yang bicara kasar dan melawan kepada orangtua, yang harus menuruti keinginan anak. Anak mencerca ibu dianggap suatu kewajaran.

Cerita-cerita seperti itu selalu hadir tiap hari di televisi kita, sangat tidak mendidik. Pihak televisi sepertinya lalai dengan tanggung jawab dan tak peduli dengan dampaknya yang sangat tidak mendidik itu, kecuali mengejar rating

Seharusnya rumah-rumah produksi jangan Cuma hanya mampu menciptakan film/sinetron yang latah-latah, menyusul tingginya rating suatu sinetron. Mestinya juga kreatif membuat sinetron yang ada aspek edukasi dan mengedepankan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

Lembaga Sensor Film (LSF) dan atau Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) seperti mandul, tak bisa berbuat banyak untuk kemajuan perfilman dan sinetron di Indonesia. Kita mesti mempertanyakan, ada apa di balik semua ini? Kenapa membiarkan tayangan televisi menjadi racun bagi anak-anak dan remaja?

Tentang racun itu, terungkap dari pengakuan seorang tetangga saya. Ada seorang ibu, yang mengaku kaget ketika tiba-tiba anak perempuannya yang masih kelas dua SD, menanyakan apa seks itu. Si ibu kaget dan berupaya menyelidik. Lalu si anak cerita, di mobil angkutan sekolah, ada anak kelas V yang cerita dengan temannya, kalau pacaran itu pasti berciuman dan main seks.

“Saya pikir anak-anak itu sudah teracuni pikirannya dengan hal-hal yang tidak etis, melalui tontonan di sinteron. Pertanyaan anak saya tadi saya jawab sekenanya, seks itu berasal dari bahasa Inggris, yang artinya jenis kelamin. Jenis kelamin itu ada yang perempuan dan ada laki-laki,”

Lebih baik belikan buku bacaan, mendongeng, atau latih anak menulis puisi, cerita anak, dan atau bawa jalan-jalan untuk belajar di alam, agar anak-anak tahu kekayaan flora dan fauna di Indonesia

Gimana menurut soba-sobat ?

24 Responses to Sinetron Bunuh Kreativitas dan Racuni Anak

Avatar

Syahuri

September 7th, 2008 at 6:10 pm

aku juga benci kali bang nonton sinetron…!

Syahuris last blog post..Opera Mini 4.1 Upgrade lagi

[Reply]

mymoen Reply:

Seandainya sinetron di kemas dalam bentuk yang mendidik, mungkin dampaknya akan berbeda. :)

[Reply]

Avatar

Ecko

September 7th, 2008 at 7:00 pm

Yup, setuju bgt! Kebanyakan sinetron yg tayang di TV amat sangat tidak mendidik sekali. Sialnya, pada saat bulan ramadhan mereka tiba-tiba berubah jadi relijius. Hmm, parah banget deh!

[Reply]

mymoen Reply:

Itlah fenomena yang terjadi saat ini.. dramatis.. :(

[Reply]

Avatar

aRuL

September 7th, 2008 at 7:12 pm

sebenarnya sih LSI sudah bertindak tuh, buktinya melarang acara kebanci2an…
bertahap mungkin… :)

[Reply]

mymoen Reply:

yup, mungkin lagi dalam proses..

[Reply]

Avatar

nich

September 8th, 2008 at 7:36 pm

setuju deh..

secara anak mudanya paling gak doyan nontonin sinetron, mendingan nonton komedi sekalian (benar tujuannya: menghibur).

nichs last blog post..Plurk .. gak nyemplung deh

[Reply]

mymoen Reply:

Nah, klu yang ini, saya stuju…

[Reply]

Avatar

wi3nd

September 9th, 2008 at 6:39 am

satu2 sinetron yg daku tonton dan selalu daku tunggu cuma “para PencaRi Tuhan” hehe..
selebihnya i hate sinetron…

wi3nds last blog post..~a!R~

[Reply]

mymoen Reply:

buat pencerahan ya ?? :)

[Reply]

Avatar

konsultasi kesehatan

September 9th, 2008 at 8:25 pm

Fulus lebih diutamakan daripada masa depan anak2 kita…….

[Reply]

mymoen Reply:

itulah yang mengkhawatirkan kita :)

[Reply]

Avatar

thegands

September 10th, 2008 at 8:47 am

aku benci nonton film indonesia….

thegandss last blog post..Hacking Using IE : IE Vulnerability

[Reply]

mymoen Reply:

Mungkin karena kurang berkualitas kali ya.. :D

[Reply]

Avatar

ika

September 11th, 2008 at 2:07 am

sinetron buruk buat perkembangan anak,,payah

daripada nonton sinetron,lebih baik anak2 itu diajarin ngeblog :D

[Reply]

mymoen Reply:

hehehe… idenya boleh juga tuh..

[Reply]

Avatar

sapimoto

September 11th, 2008 at 4:40 am

Gimana kalau bikin usul ke MUI, bikin fatwa haram untuk nonton sinetron?

sapimotos last blog post..Permainan Pikiran

[Reply]

mymoen Reply:

Deak aja KPI untuk lebih menertibkan kualitas sinetron..

[Reply]

Avatar

hendra

September 11th, 2008 at 5:21 am

ituh yang anak kelas lima ituh loh, wah, memprihatinkan banget tuh.

hendras last blog post..Wordpress Theme Area

[Reply]

mymoen Reply:

yach… emang sangat memprihatinkan…

[Reply]

Avatar

sandi

September 16th, 2008 at 4:36 pm

Sinetron Indonesia yang penting CAKEP

sandis last blog post..Kucing melahirkan di kamarku

[Reply]

mymoen Reply:

jual tampang doang.. :)

[Reply]

Avatar

Sudarma

September 27th, 2008 at 2:22 am

pas banget kang, saya mantap setuju dengan usulnya. Sinetrion indonesia memang ga da yang berbobot, saya ga bisa menemukan sinetron yang bisa memberi pendidikan. karena itulah saya tidak paling enggan untuk menonton tv, saya biasanya beli kaset film setiap minggu untuk melepaskan dahaga akan hiburan.

Sudarmas last blog post..Keuntungan Bisnis Online

[Reply]

mymoen Reply:

ide yang menarik juga dari mas sudarma.. Thanks ya mas udah mampir.. Kedatangnnya di waktu lain, selalu di tunggu lho.. :)

[Reply]

Comment Form

Recommended Product

Photostream